»»Media online Karangjunti««

Blog Sharing Informasi mencerdaskan Masyarakat

Unordered List

LightBlog

Breaking

Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Monday, September 19, 2016

7:01 AM

Inilah 8 tanda bahwa dia adalah jodoh Anda

Para lajang pasti sering bertanya-tanya dalam hati siapakah orang yang akan menjadi jodohnya nanti, dimanakah dia sekarang, dan bagaimana menemukannya. Anda tidak sendiri. Tetapi percayalah, jika Anda tetap beriman dan terus berusaha, Tuhan akan memberikan pertanda-Nya agar Anda bisa mengetahui siapakah jodoh Anda, seperti di bawah ini:
   
1. Anda dan dia bisa dipersatukan tanpa banyak hambatan

    Anda selama ini selalu gagal dalam menjalin kasih dengan orang lain, tetapi tiba-tiba Anda bertemu dengan seseorang dan hubungan Anda berjalan tanpa hambatan. Segalanya tampak mudah. Mungkin dia adalah jodoh Anda.
   
2 . Keluarganya menerima Anda dengan senang hati

    Pernikahan mempersatukan dua keluarga besar. Oleh sebab itu, jika dia benar-benar adalah jodoh Anda, keluarganya akan menerima Anda dengan senang hati.
  
 3 . Anda menghargai perbedaan di dalam hubungan

    Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh pola asuh dan tradisi keluarga masing-masing. Namun, dalam menjalin kasih dengannya Anda sama sekali tidak menjadikan perbedaan kebiasaan tersebut sebagai suatu masalah. Anda justru memiliki toleransi dan merasa sangat nyaman dengan kebiasaan-kebiasannya yang berbeda dengan Anda.
  
 4 . Hubungan Anda jadi semakin dekat dan saling membutuhkan satu sama lain

    Ketika dia adalah benar-benar jodoh Anda, maka hubungan Anda dengannya akan berubah menjadi semakin dekat. Terkadang Anda akan merasa sangat merindukan dan membutuhkan kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari Anda. Dengan kata lain, Anda berdua saat ini sudah sangat saling membutuhkan satu sama lain.
  
 5 . Memiliki tujuan hidup yang sama

    Setelah menjalin kasih sekian lama, Anda berdua kini merasa semakin mantap untuk melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius. Pada taraf ini Anda berdua telah memiliki tujuan hidup serta komitmen yang sama untuk membangun sebuah keluarga yang bahagia.
  
 6 . Bersamanya Anda merasa mampu untuk menjalani masa depan

    Anda tidak ragu menatap masa depan bersamanya. Anda berdua yakin bisa segera mengarungi bahtera rumah tangga.
  
 7 . Dia akan menerima Anda apa adanya

    Tidak ada alasan bagi dirinya untuk menolak cinta Anda dan ajakan Anda untuk menikahinya. Kelemahan Anda di matanya bukan lagi masalah besar karena dia menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
 
  8 . Tidak ada kepura-puraan

    Hubungan Anda dengannya akan berjalan apa adanya, tidak ada kepura-puraan. Anda tahu kekurangan dan kelebihannya. Anda bahkan sudah kenal betul kebiasaan-kebiasaannya. Namun, Anda berdua tetap akan saling melindungi dan menjaga satu sama lain.
Sumber : Keluarga.com

Sunday, September 18, 2016

8:05 AM

8 tanda pernikahan Anda sebenarnya sedang menuju kehancuran

Sinyal pernikahan yang berada pada jurang kekandasan seringkali tidak terasa. Salah satu dari pasangan (atau bahkan keduanya) mulai saling mendiamkan, bahkan mulai menyepelekan kegiatan kecil yang sebetulnya amat diperlukan untuk membuat pernikahan terus berjalan dengan baik. Seiring waktu berjalan, hal-hal yang biasanya selalu berhasil dalam menguatkan tali pernikahan, malah memperburuk situasi. Berikut delapan tanda-tanda hubungan yang mulai harus diwaspadai:
1. Komunikasi yang memburuk
Biasanya Anda dan pasangan biasa menghabiskan waktu untuk mengobrol hingga berjam-jam. Kini, saat salah satu mulai membuka topik, obrolan terasa hampa dan kehilangan gregetnya. Tidak ada lagi obrolan ngalor ngidul yang bisa menghabiskan waktu, dan penuh tawa. Yang tersisa kini hanya rutinitas pembicaraan yang penuh basa basi, tidak menyenangkan bahkan kerap menegangkan.
2. Kehilangan minat

Alasan Anda menikahi dia adalah karena merasa amat tertarik pada dirinya, begitupun sebaliknya. Hal itu juga yang biasanya selalu sukses mempererat hubungan pernikahan, selama ini. Namun kini, yang terjadi adalah Anda merasa tidak lagi memiliki ketertarikan pada dirinya, pada pernikahan yang kini masih berjalan, dan pada kehidupan bersama yang anda jalani berdua dengannya.
3. Berkurangnya keintiman

Segala keromantisan yang dinikmati pasangan baru menikah memang porsinya pasti menurun seiring lamanya waktu pernikahan, namun kini, tidak hanya kadar romantis. Keharmonisan pun rasanya sudah berakhir. Tidak ada lagi kecupan manis, pegangan tangan erat saat menikmati kebersamaan, bahkan pelukan hangat yang biasanya dilakukan saat menonton film pun entah ke mana perginya. Keintiman mulai berkurang dan terus berkurang setiap harinya, bahkan kerap tidak muncul sama sekali.
4.Tidak ada lagi usaha untuk saling memahami

Saat Anda atau pasangan menunjukkan rasa ketidakpuasan akan sesuatu, pertengkaran pasti selalu meledak. Sebab Anda, atau dia, mulai menanggapi situasi wajar tersebut sebagai sesuatu yang amat mengganggu bahkan tidak perlu terjadi sama sekali. Sudah tidak lagi muncul rasa empati dalam diri masing-masing. Yang terparah adalah, tidak ada lagi motivasi untuk mencari pemecahan dari berbagai masalah kecil yang dialami.
5. Berganti prioritas

Anda dan pasangan, atau keduanya, semakin jarang menghabiskan waktu berdua. Kini lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama orang lain di luar rumah. Entah itu sekadar berjalan-jalan dengan teman, sehabat, bahkan hingga menghabiskan akhir pekan dengan saudara dan orangtua. Menghabiskan waktu bersama pasangan bukan lagi prioritas. Yang paling berbahaya adalah, waktu-waktu yang dijalani masing-masing itu juga kerap dijadikan sebagai alasan untuk mulai menjalin hubungan dengan orang lain.
6. Rutin bertengkar

Apapun yang Anda dan pasangan bicarakan tidak lagi terasa penting, sebab seluruh obrolan biasanya berakhir dengan perdebatan keras yang menjadikan Anda dengan dia bertengkar hebat. Rasanya pertengkaran tersebut terjadi hanya karena Anda dan pasangan ingin bertengkar, bukan dalam upaya untuk mendiskusikan sesuatu, atau sekadar bumbu dari pernikahan.
7. Hilangnya rasa saling menghormati
Komentar positif dan pujian sudah mulai berganti dengan kritik yang kasar, setiap saat. Anda atau dirinya mulai sering mengucapkan kata-kata yang saling menyakiti, untuk setiap aspek, misalnya tampilan fisik, perilaku masing-masing bahkan hinaan kepada orang-orang yang berada di sekitar Anda dan pasangan (teman, keluarga, bos). Secara umum, Anda berdua sudah benar-benar kehilangan penghargaan antara satu dengan yang lainnya.
8. Tenggelam dalam kegemaran baru

Entah dari mana asalnya, tiba-tiba dia (atau Anda berdua) mulai memiliki kegemaran baru, yang tidak untuk dinikmati berdua. Ya, memang setiap pasangan membutuhkan me time nya sesekali, namun hobi baru ini berbeda. Sepertinya hal ini menjadi alasan untuk membuat dia lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah, jauh dari Anda.

Semakin lama Anda menjalani pernikahan, memang akan ada sedikit (atau banyak) perubahan yang terjadi dalam hubungan yang dijalani. Namun delapan tanda tersebut adalah sesuatu yang wajib untuk diwaspadai, karena mungkin pernikahan yang Anda jalani sudah berada pada titik yang berbahaya. Meskipun demikian, jangan menyerah ya. Selalu ada jalan untuk membangun kembali pernikahan yang kuat dan bahagia.

Sebab, Anda tidak menikah tanpa alasan; maka kembalikan hubungan Anda pada alasan-alasan penting tersebut. Lakukan segala upaya untuk mengembalikan rasa cinta yang kini mulai kehilangan arah.

Anda berdua mungkin harus melakukan usaha yang amat keras dan penuh tantangan untuk menyelamatkan pernikahan. Tapi tidak apa, toh? Pernikahan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dengan seluruh upaya yang Anda miliki. Lakukan segalanya. Lakukan untuk diri sendiri, untuk anak—anak, dan untuk kebaikan seluruh keluarga. Tidak ada hal yang lebih indah ketimbang keluarga yang bahagia.
Sumber: Keluarga.com